Jumat, 26 Juli 2013

Memperkuat signal usb modem dengan kaset CD bekas

Mau kasih info menarik buat temen temen yang koneksi internetnya lemot banget,biar bisa cepet koneksinya,gue punya cara nih,ampuh dan murah meriah Cuma perlu kaset CD bekas,sterofom/gabus,sama kabel USB
Akhir-akhir ini ramai diperbincangkan mengenai masalah koneksi internet, signal internet terputus ketika sedang asyik-asyiknya browsing atau chatting.
Terjadinya disconect pada internet terdapat beberapa kemungkinan, diantaranya signal GPRS pada penyedia layanan tidak menembus masuk kedalam modem anda,  atau gangguan pada modemnya itu sendiri.
Begitu pula apa yang pernah gue alami, loading yang sangat lambat, lebih-lebih ga bisa connect sama sekali, gue mencoba cari-cari solusinya. karena setiap masalah pasti ada solusi.
Secara kebetulan, gue menemukan sekilas informasi mengenai antena kaleng modem usb , gue pikir apaan ! apa kaleng digantungkan diatas rumah kemudian diberikabel seperti layaknya antena televisi.. owh ternyata bukan begitu maksudnya. “Sebuah keping cd bekas dijadikan alat memperkuat signal usb modem“.
Semakin aneh lagi, awalnya gue tidak percaya mengenai hal itu, tapi apa salahnya untuk dicoba. Langsuang aja gue cari kaset cd bekas dikamar, koneksi internet makin laju.. Gue tidak tahu bagaimana kinerja pengaruh dari CD untuk modem. silahkan dicoba ..
Prakteknya membuat antena kaleng dari keping cd , modemnya di masukan di lubang CD nya jadi tegak,, trus CD dan modem yang posisinya udah kayak antena parabola di arahin ke arah BTS, begitu saja kok, mudahkan.. seperti gambar   :
Tampak Depan
Tampak Belakang
Biar bisa tegak modemnya belakang kaset cdnya tempelin sterofom gabus lubangi tengahnya,pasang kabel USBnya buat nyambunging ke computer/laptop

Emm.. sebenernya gue gak tahu teorinya tapi katanya sih begini Teorynya antena kaleng CD yaitu teori antena itu kalau gak salah Kecepatan cahaya di bagi Frekwensi,, Signal (900mhz) itu meloncat loncat kayak pocong sebanyak 900juta kali perdetik, banyak yah hehe,, sedangkan cahaya itu kecepatannya 300km/detik,, jadi satu kali loncat signal itu menempuh jarak 300.000.000 / 900.000.000= 3/9= 0,3 meter = 30cm
antena jenis ini terdiri dari satu plat datar sebagai grounding, dan 1 kawat tegak yang panjangnya=1/4 dari panjang gelombang atau jarak loncatan katak di atas,, jadi itunya 30/4 = 7 cm, nah kenapa ini berpengaruh pada CD ya karena panjang modem kan rata rata segitu, 7 cm,makanya begitu di tegakan di atas CD maka itu sama persis designnya dengan antena tipe monopole design.  Sumber: check
Selamat Mencoba…

Selasa, 23 Juli 2013

Rukun Islam

Rukun Islam iku ana limang perkara:

* Ngucapaké loro kalimat syahadat lan nampa yèn Allah itu tunggal lan Nabi Muhammad s.a.w iku rasul Allah.
* Ngayahi shalat limang wektu.
* Ngetokaké zakat.
* Pasa ing sasi Ramadhan.
*  Ngayahi ibadah Kaji tumrap sing kuwagang.

Rukun iman

Rukun Iman kuwi miturut aliran Islam Sunni dumadi saka:

* Iman marang Gusti Allah,
Patuh lan taat marang Ajaran Allah lan Hukum-hukumÉ
* Iman marang anané Malaikat-malaikat Allah,
Weruh lan percaya marang kakuwasan lan kaagungan Allah ing alam semesta * Iman marang Kitab-kitab Allah,
Nglakoni ajaran Allah jroning kitab-kitabÉ sacara hanif. Salah siji kitab Allah yakuwi Al-Qur'anAl-Qur'an ngamot telu kitab Allah sadurungé, yaiku kitab-kitab Zabur, Taurat, lan Injil
* Iman marang Rasul-rasul Allah,
Nyonto perjuangan para Nabi lan Rasul jroning nyebaraké lan ngalkoni kebenaran kang dikanthèni kasabaran
* Iman marang dina Akhirat,
Paham yèn saben lelaku bakal ana ganjarané
* Iman marang Qada lan Qadar,
Paham marang kaputusan sarta kapastian kang ditemtokaké déning Gusti Allah.

Mugi-mugi wonten faedahipun,amin....

Jumat, 19 Juli 2013

Penjelasan dan Fungsi Komponen pada Power OCL 150 Watt

R1 (100K), berfungsi meredam hum / sinyal liar yang mungkin timbul terutama pada saat amplifier dihidupkan tanpa rangkaian input.

C1 (100nF), sebagai kopling, menyalurkan sinyal ac (lebih dari 20Hz) dan menahan sinyal dc. 

R2 (33)K, memberi bias ke basis TR1 sekaligus membuat kapasitor resonansi C2 lebih aktif. Gain bas bisa 2 hingga 4 kali lipat (sekitar 6dB) lebih kuat dari amplifier lain.

R6 (33K), resistor gain. Semakin besar nilainya semakin besar pula penguatannya. Penguatan dan kejernihan suara berbanding terbalik. Jika rangkaian amplifier ini harus disupply dengan tegangan rendah, misal 12V ct 12V, maka sebaiknya R6 ini diganti dengan yang lebih kecil, misalnya dari 33K menjadi 10-12K.

R3 (560), kebalikan dari R6

C2 (47uF), kapasitor resonansi, hanya bekerja pada arus ac. Menjamin R3 supaya hanya meneruskan sinyal audio (di atas 20Hz) & menahan arus dc.

TR1, TR2 (A564), Stage input yang bekerja kebalikan. TR1 penguat non-inverting, sedangkan TR2 penguat inverting. Untungnya stage ini menggunakan transistor PNP. Transistor PNP biasanya jauh lebih linier, pemilihan komponen yang cerdas.

D1, D2, R4, R7, TR4, membentuk rangkaian regulator arus untuk mensupply stage input. Dioda ini tidak harus high speed, yang penting kuat membentuk tegangan sekitar 1.3V, amplifier lain malah mengganti dua dioda ini dengan satu biji led.R4 (10K), Bias D1 & D2, Semakin kecil semakin panas, semakin panas semakin jernih. Menjamin TR1 & TR2 tidak kekurangan arus. Kejernihan suara salah satunya ditentukan dari sini. Berfungsi juga untuk membuang muatan kapasitor power supply, penting pada saat rangkaian dimatikan dipegang untuk diperbaiki.

R10-R11 (100), C5-C6 (47uF), membentuk rangkaian filter dengung & osilasi yang mungkin terjadi dari kaki-kaki TR3 & TR4. Osilasi biasanya berupa sinyal ultra treble halus yang bisa membuat heatsink/transistor power lebih panas.

D3 D4, D5, membentuk regulator tegangan bias untuk TR5 & TR6 (pengganti baterai 1,8-2,1v) yang nilainya 3 x dioda = 1,8V - 2,1V. Pada rangkaian amplifier yang lain biasanya V bias ini di paralel dengan kapasitor 100nF-2u2 agar lebih stabil saat terkena guncangan sinyal yang berlebihan.R12 (100), menjaga supaya nilai tegangan bias tidak lebih dari 2,1V. Tegangan bias ini bernilai tetap, berada di titik CT (kira kira -1V hingga +1V). Tegangan tetap ini terombang-ambing ke atas dan ke bawah seperti getaran daun speaker. Sebenarnya R ini bisa dihilangkan.

TR3 (D438), sebagai penguat sinyal tegangan (unbalanced). Menarik sinyal bias ke rel negatif supply. Sedangkan yang menjaga/ menarik sinyal bias ke rel positif supply secara otomatis adalah R8 (2K2) & R9 (4K7). Output antara rel positif dan rel negatif tegangannya mendekati simetris tetapi tidak sama kekuatan arusnya, oleh sebab itu perlu rangkaian penguat arus pertama (D313) sebelum diumpan ke transistor final. Untuk amplifier mosfet biasanya tidak perlu sepasang transistor ini (D313/B507) karena transistor final mosfet sudah cukup aktif diberi arus gate kecil, 0.1mA.

C3, mengatasi noise & osilasi pada TR3C4 (47u), Bootstrap, menyesuaikan getaran tegangan bias tadi, biasanya kapasitor ini bernilai 22uF atau lebih. Jalur referensi yang dipakai bukan ground tetapi jalur speaker untuk mengimbangi getaran tegangan bias. Menyesuaikan kekuatan getaran bass pada saat konus speaker bergerak ke depan. Membantu kerja transistor final supaya tidak panas sebelah.

TR5 (B507) & TR6 (D313), sebagai penguat arus pertama. Seringnya transistor ini diganti dengan TIP41C/tip42C. R13 & R14 (330), memberi supply arus ke TR5 & TR6 lewat emitornya masing-masing. Seringnya dua resistor ini hitam terbakar karena ketidaksesuaian antara getaran yang dikeluarkan kit amplifier dengan respon loudspeaker. Transistor final tidak mampu mempertahankan tegangan yang diberikan transistor driver, beban/speaker dianggap terlalu berat buat transistor power. Sebaiknya selain ganti transistor power dengan kualitas yang lebih baik, resistor 330 juga diganti dengan daya minimal 2 Watt karena terhubung seri terhadap beban/speaker.

R15 & R16 (0,5/5W), memberi supply ke TR7 & Tr8 lewat kaki emitor. Resitor ini bernilai kecil karena kita menginginkan arus besar, biasanya bernilai tidak lebih dari 0.5 Ohm.

TR7 (MJ2955) & TR8 (2N3055), transitor daya sebagai penguat arus terakhir. Sebenarnya transistor buatan ST ini sudah lebih dari cukup bagus, tetapi karena alasan model jadul, tegangan rendah (maksimal 32v ct), susah memasangnya & murah harganya banyak di antara kita memilih tranistor lain yang lebih mahal.
Ada banyak keuntungan menggunakan transistor logam dari pada transistor plastik terutama untuk peralatan outdoor.

Tambahan...L, menahan sinyal di atas 20Khz & memutus osilasi ke jalur speaker. Jika sinyal treble terhambat dengan adanya L maka Ra menyalurkannya ke speaker dengan nilai yang mendekati impedansi speaker, biasanya 10 Ohm.Rb & C, membantu kerja L & Ra. sinyal di atas 20KHz akan mengalir ke ground melalui Rb (10). Nilai C biasanya kurang dari 100nF. Sedangkan Rb biasanya mendekati nilai impedansi speaker 8 Ohm dengan daya minimal 2 Watt. Kalau Rb ini gosong berarti sinyal ultra treble/osilasi ada dan kerja . Jadi hati-hati dengan treble yang berlebihan!

Sumber by;
http://elektronikakreatif.blogspot.com/2012/04/penjelasan-fungsi-masing-masing.html?m=1

Modifikasi Power OCL 150 Watt

Modif versi Low voltage (32V):
1. Ganti kapasitor 100nF dengan 22nF (khusus OCL 150W)Ini untuk menyaring sinyal infra bass yang tak terdengar dan suka mengganggu/menggetar-getarkan daun speaker. 
2. Ganti kapasitor elko 47uF/50V yang bawah-tengah (kapasitor resonansi) dengan 22uF/16-50VFungsi sama dengan no.1, dan membantu menaikkan hentakan sinyal bass (cocok untuk semua nada bass).Dua point ini berfungsi untuk menjaga daun speaker dari guncangan bass yang berlebihan tanpa mengurangi produksi suara (bass-med-treble).
3. Parallel R 100K dengan kramik 1nF (input to ground)Ini penting untuk kesetabilan sinyal, mengurangi noise yang mungkin masuk, mengurangi tingkatkerusakan speaker/twiter dan sebagai limiter sehingga output lebih powerful.

Modif versi High voltage(42-47V):
4. Pindahkan kaki kanan resistor 10K ke groundIni untuk menghemat listrik, dan menghindarkannya dari panas
5. Kapasitor elko power supply2x4700uF 63V(trafo max 45V ct), 4700uF/80V(untuk tegangan lebih dari 45V ct) 
6. Ganti ke-3 elko dengan 22uF/100V
7. Ganti transistor A564 (ECB)) dengan 2N5401 (basis tengah EBC)Transistor D438 diganti dengan MJE340. D313/B507 ganti dengan MJE340/MJE350 (pemasangan terbalik)Power Transistor menggunakan Sanken C2922 (sebaiknya dua set tiap speaker)
8. Tegangan offset sekitar 100mV, ini biasa terjadi di power OCL. Untuk menguranginya, parallel resistor 560(kiri) dengan trimpot sekitar 2K ohm. Dua kaki tegah dan pinggir disatukan,posisi arah tengah untuk menghindari dari short. Atur trimpot ini sehingga tegangan offset mendekati nol
9. Pengkabelan untuk power transistor sependek mungkin
10. Ingat, ambil jalur ground speaker dari CT elko power supply bukan CT trafo (kembali ke nol)

Kesimpulan...
Pada eksperimen versi Low voltage Jernih, bass cukup nendang dan pulen, daun speaker lebih stabil dari sebelum dimodif.Eksperimen High voltage Cukup nendang, stabil, bass kental, rendah distorsi,. Cocok untuk speaker dengan diameter 15" atau lebih.

Labeli stiker pada casing amplifier low voltage "Stereo Amplifier 2x250Watt" dan Stereo Amplifier 2x500Watt" untuk High voltage.Sampai sekarang saya belum menemukan amplifier rakitan yang memuaskan selain OCL modif ini.

Sumber by;
http://elektronikakreatif.blogspot.com/2011/10/modifikasi-power-ocl-150-watt-versi.html?m=1

Nonton Tv